Malangtrend.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan mulai memberlakukan skema satu arah di kawasan Pasar Oro-Oro Dowo. Uji coba rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan efektif mulai Jumat (1/8) pagi pukul 07.00 WIB. Adapun dua ruas jalan yang akan diberlakukan satu arah adalah Jalan Merbabu dan Jalan Guntur, yang selama ini menjadi jalur padat terutama saat aktivitas pasar sedang ramai.
Selama ini, Pasar Oro-Oro Dowo menjadi salah satu destinasi tempat kuliner yang banyak dicari warga maupun wisatawan yang datang ke Kota Malang. Sambil berbelanja kebutuhan sehari-hari dapat menikmati wisata kuliner. Sehingga volume kendaraan yang datang dan pergi dari dan ke Pasar Oro-Oro Dowo semakin tinggi.
“Kami akan uji coba skema satu arah itu mulai Jumat pagi sekitar jam 7. Banner-banner untuk sosialisasi satu arah sudah kami pasang hari ini (kemarin, red),” ungkap Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra kepada Malang Posco Media, Rabu (30/7) kemarin.
Jaya, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil koordinasi Forum Lalu Lintas Kota Malang. Skema tersebut dipertimbangkan dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kepadatan lalu lintas, parkir liar, hingga potensi kecelakaan di kawasan tersebut.
“Di Jalan Merbabu menuju Hutan Malabar itu kan dua arah, nah itu dengan semakin tingginya arus kendaraan, itu bahaya. Intensitas kendaraan lebih banyak ke arah barat. Selama ini memang kebanyakan masyarakat tahunya satu arah, padahal dua arah. Nah itu membahayakan maka kami gunakan satu arah,” jelasnya.
Dengan diberlakukannya skema satu arah ini, beberapa perubahan penting akan terjadi di lapangan, kendaraan dari Pasar Oro-Oro Dowo tidak lagi bisa langsung menuju Jalan Ijen. Kendaraan dari arah Jalan B.S Riadi juga tidak diperbolehkan belok ke arah Pasar Oro-Oro Dowo. Kendaraan dari arah Jalan Ijen yang masuk ke Jalan Guntur, kini tidak diperbolehkan berbelok ke kanan menuju Jalan Merbabu.
Jaya menyebutkan, selama ini area parkir di sekitar pasar bahkan sampai memanjang hingga kawasan Hutan Malabar. Sering kali, kendaraan berukuran besar seperti minibus turut menambah kepadatan.
“Selama ini di Pasar Oro-Oro itu parkirnya seringkali memanjang sampai Hutan Malabar dan terkadang yang parkir itu kendaraan besar, atau minibus. Dengan satu arah ini diharapkan bisa lancar dan nanti uji coba satu arah ini akan kami evaluasi selama satu bulan,” tutupnya.
Dishub berharap masyarakat dapat beradaptasi dan mendukung kebijakan ini demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman. (ian/aim)